Feimut
Sabtu, 29 Desember 2012
Membaca Buku
Seperti membaca buku cerita dongeng ketika selesai semua kisah diceritakan buku pun ditutup.Ketika waktu mengubah segala keadaan yang terjadi membuat segala cerita hidup berubah-ubah dalam melihat segala kedaan yang ada.Wajah yang datang kemudian pergi dengan kelakuan yang telah terjadi datang silir berganti seperti hujan yang turun amat deras.Walau seperti dipadang pasir yang panas menunggu hujan yang datang bersama keadaan yang dapat membuat mata hati terpanah dalam satu waktu yang menghentikan jiwa mengapai segala keinginan dalam satu masa kedaan musim yang sempurna..♥ ♡ ЎЄάŘήΐŇģ ĦęÂяţ ♡ ♥
Jangan Tanya
Jangan tanya kenapa dan mengapa,harus apa dan bagaimana karena ketika jiwa ini menghilang itu karena keadaan,Dari awal jiwa katakan bahwa ketika terdiam jiwa ini bearti ada yang tidak dapat jiwa mengerti disaat perhatian serta sapaan dan tiada kabar lagi karena dengan diam dapat membuat hati ini memutuskan untuk pergi karena menanti dan menunggu sebuah cinta yang terlalu lama tiada dapat mengerti keadaan hati membuat jiwa berhenti dan menghilang bagaikan angin ketika hujan mengerti lukanya hati namun ketika jiwa ini terluka dan jiwa sadar pasti ada hati yang dapat menyembuhkan perasaan ini,Sungguh kebahagiaan itu bukan dari kemewahan tapi kebahagiaan itu sederhana saling menghargai dan mengerti keadaan yang terjadi tulus terlahir dari hati.♥ ♡ ЎЄάŘήΐŇģ ĦęÂяţ
Selasa, 25 Desember 2012
bernyanyi hujan
Melihat hujan beryanyi lagi dikejauhan membasahi bumi ketika kemarau menyegat hati ini dan semakin lebat hujan menambah sekelebat bayangan wahai jiwa membuat rindu bertambah pekat.Pemandangan terindah dibawah langit yang terbentang memejamkan mata serta mendengar suara hujan dan membuat jiwa berlari menutup pintu dan berselimut dengan mendepap segala kerinduan yang ada.Menjadi sangat keramat ketika senandung doa selalu terucap dalam sujud meghadapi segala kerinduan yang ada dihati.Seribu katapun tidak akan bisa menggambarkan serta melukiskan segala kerinduan yang ada dihati ini. ✿ ◠ ‿ ◠ ✿ Feimut ✿
Terjadi
Terjadi nada-nada irama kemudian terbentuk alunan lagu yang mengalun berisikan tentang kerinduan,Sungguh kisah ini belum berakhir karena doa ini tidak akan perna berhenti sampai ketika hati berpegangan erat dan tidak terpisahkan.Merindukan segala kata serta kalimat segala gema yang menolak untuk dipatahkan,Wahai jiwa segala sajak,syair,puisi terciptakan terisi oleh segala keinginan bahwa kerinduan ini ingin bertemu dengan tuannya dan mengetikan hati kemudian mata merindu dalam hujan dan telinga dentuman rindu hati.✿ ◠ ‿ ◠ ✿ Feimut ✿
Rumah
Rumah jiwa memiliki rumah yaitu rumah yang sangat luas dan indah sempurna dalam jiwa yang merupakan tempat tingal jiwa ini sungguh wahai jiwa rumah itu adalah Hati dimana jiwa ini menetap dan mengerti arti segalanya ketika malam dan siang tidak perna ada dan yang ada hanyalah hati.Telaga air mata dikebun bunga sang bidadari mengalir dalam diam terlihat dalam asa keadaan yang berbeda membuat jiwa mengerti arti perasaan.Sungguh belum melihat langit dikala ini bagaimanakah bentuknya jiwa lupa bagaimana cara melihatnya.Sungguh kini jiwa melihat langit dari hati karena hati memenuhi segala rasa yang ada saat ini menghantui jiwa hingga sulit bernafas.✿ ◠ ‿ ◠ ✿ Feimut ✿
Berlayar
Dikala jiwa belajar menghitung angka pasir diujung samudra tidak bisa berhenti karena tidak bisa jiwa hitung berapa banyak yang ada seperti kerinduan jiwa yang terdapat dihati.Berlayar dengan kapal yang luas dengan nahkoda yang setia membuat jiwa berpegangan kuat dengan tiang kapal walau ombak kian kencang menghunus batukarang yang ada tapi kapal berlayar tetap kenyang walau terkadang berubah arah namun langit tetap mengelambui langkah hati menuju keindahan bumi ketika mengarungi samudra kehidupan ,Menuju segala perasaan untuk mengatakan bahwa hidup ini penuh dengan perjuangan ketika melihat langit butuh kekuatan untuk yakin bahwa semua ini kenyataan hidup yang harus dijalani dan semangat dalam hati untuk berlayar dengan hati.✿ ◠ ‿ ◠ ✿ Feimut ✿
Ditopang
Kini ditopang dengan doa segala isyarat isi hati ketika segala perasaan rindu ini masi lekat sama seperti hari-hari kemarin.Tidak bisa jiwa menulis puisi sendiri karena inspirasi itu ada pada jiwa Sang Raja Langit yang mampu membuat segalanya berbeda,Jiwa tidak bisa melukis segala yang ada dilangit ketika jiwa hanya mampu menatap langit ketika langit kini jiwa simpan dihati.Semua harapan merupakan kehidupan dalam segala puisi serta sajak jiwa ini dan inspirasi hati ini adalah Sang Raja Langit jadi wahai jiwa harapan ini adalah jiwa Sang Raja Langit sempurna didalam hidup jiwa ini.✿ ◠ ‿ ◠ ✿ Feimut ✿
Langganan:
Komentar (Atom)